KAN PAUH IX GELAR FESTIVAL SENI BUDAYA 2026, ANGKAT TRADISI SILEK DAN PASAMBAHAN ADAT MAKAN

PADANG, — Sumbarinfo.com, – Adat Nagari (KAN) Pauh IX, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, akan menggelar Festival Seni Budaya Kenagarian Pauh IX Tahun 2026 pada Sabtu, 14 November 2026. Kegiatan ini menghadirkan lomba silek tradisi dan pasambahan adat makan yang melibatkan sembilan tapian di Kenagarian Pauh IX.

Ketua KAN Pauh IX, Musdafirman Datuk Rajo Di Guci, menyampaikan bahwa festival tersebut merupakan salah satu upaya untuk melestarikan seni budaya dan memperkuat keberadaan adat Minangkabau di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan Kenagarian Pauh IX.

Festival ini akan dipusatkan di Kantor KAN Pauh IX, Kampung Lalang, kawasan By Pass, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, dengan mengusung tema “Melestarikan Adat, Memperkuat Jati Diri Nagari.”

Angkat Tradisi Silek dan Pasambahan Adat

Dua cabang perlombaan menjadi agenda utama dalam festival ini, yakni silek tradisi dan pasambahan adat makan. Keduanya merupakan bagian dari kekayaan budaya Minangkabau yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, serta filosofi kehidupan bermasyarakat.

Lomba silek tradisi menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengenal seni bela diri warisan leluhur. Selain keterampilan fisik, silek juga mengandung nilai kedisiplinan, keberanian, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap sesama.

Sementara itu, lomba pasambahan adat makan bertujuan menjaga tradisi bertutur dalam adat Minangkabau. Pasambahan mengajarkan kesantunan berbahasa, tata krama, penghormatan kepada tamu, serta pemahaman terhadap petatah-petitih dan tata cara adat.

Melalui kedua perlombaan tersebut, festival diharapkan menjadi sarana pembelajaran budaya yang menarik bagi generasi muda sekaligus memperkuat keberlanjutan tradisi di tengah perkembangan zaman.

Darman MTC: Festival Menjadi Wadah Pelestarian Adat dan Regenerasi Budaya

Ketua Pelaksana Festival Seni Budaya Kenagarian Pauh IX 2026, Darman Malin Taman Cahayo, yang dikenal dengan nama Darman MTC, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Minangkabau.

Menurutnya, keterlibatan sembilan tapian di Kenagarian Pauh IX menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya nagari.

Darman MTC menilai bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari ninik mamak, tokoh adat, pemuda, hingga masyarakat luas. Generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal, mempelajari, dan mempraktikkan tradisi agar nilai-nilai luhur adat tidak terputus oleh perubahan zaman.

“Melalui festival ini, kita ingin memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan meneruskan tradisi yang diwariskan oleh para pendahulu. Adat dan budaya tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus terus dipraktikkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” demikian pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan tersebut.

Ia berharap festival ini tidak hanya menghasilkan para peserta lomba yang berprestasi, tetapi juga melahirkan generasi yang memahami nilai-nilai adat, menghargai warisan leluhur, serta mampu menjaga identitas budaya Kenagarian Pauh IX.

Bagi panitia, keberhasilan kegiatan ini bukan semata-mata diukur dari pelaksanaan perlombaan, melainkan juga dari tumbuhnya kecintaan generasi muda terhadap budaya Minangkabau, terjalinnya hubungan antartapian, dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pelestarian adat.

Sembilan Tapian Diharapkan Berpartisipasi

Keterlibatan sembilan tapian menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan Festival Seni Budaya Kenagarian Pauh IX 2026. Partisipasi tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada masing-masing tapian untuk menampilkan potensi seni budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat adat.

Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini diharapkan berkembang sebagai ruang silaturahmi antara ninik mamak, pemangku adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai unsur masyarakat di Kecamatan Kuranji.

Semangat kebersamaan ini sejalan dengan filosofi Minangkabau, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” yang menjadi landasan kehidupan adat dan budaya masyarakat Minangkabau.

Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan

Festival Seni Budaya Kenagarian Pauh IX 2026 dijadwalkan berlangsung dengan rincian sebagai berikut:

  • Hari/tanggal: Sabtu, 14 November 2026
  • Tempat: Kantor KAN Pauh IX
  • Lokasi: Kampung Lalang, By Pass, Kecamatan Kuranji, Kota Padang
  • Agenda: Lomba Silek Tradisi dan Lomba Pasambahan Adat Makan
  • Peserta: Perwakilan sembilan tapian di Kenagarian Pauh IX

Pendaftaran peserta dijadwalkan pada 25 Oktober hingga 5 November 2026. Informasi dan pendaftaran dapat diperoleh melalui kontak person panitia yang tercantum pada undangan resmi festival.

Melalui penyelenggaraan festival ini, KAN Pauh IX bersama panitia berharap tradisi silek dan pasambahan adat makan tetap hidup, berkembang, dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Pauh IX.

Festival Seni Budaya Kenagarian Pauh IX 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat jati diri nagari, menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya Minangkabau, serta mewariskan nilai-nilai luhur adat kepada generasi mendatang.

Putra SGM

BERITA LAINYA

POST LAINYA

Website ini diterbitkan oleh sumbarinfo.com | © 2021- 2022