Oleh: Labai Korok
Plaza terenak milik Penulis dengan kawan-kawan Alumni Faterna Universitas Andalas, seangkatan mengalami penurunan pesan hewan ternak untuk Qurban, dibandingkan tahun lalu, sampai hari ini masih ada hewan Qurban yang belum terjual.
Kondisi diatas secara umum terjadi pula pada peternak, penjual hewan kurban lainnya, Mereka terimbas lesunya ekonomi. Tahun ini mereka berharap dapat keuntungan maksimal, namun kenyataannya bakal berbeda.
Hasil kajian Lembaga Riset Institute for Demographic and Affluance Studies (IDEAS) menyebutkan, nilai ekonomi kurban sekarang anjlok jadi Rp 27,1 triliun. Lebih rendah dibandingkan saat pandemi Covid-19 lalu. Ngeri kondisinya.
IDEAS melakukan kajian terkait dengan potensi ekonomi kurban pada 2025. Simulasi lembaga tersebut menunjukkan terjadi penurunan proyeksi Jumlah pekurban tahun ini dibanding tahun 2024 lalu.
Pada 2024 terdapat sekitar 2,16 juta pekurban, sedangkan tahun 2025 ini jumlahnya sekitar 1,92 juta pekurban. “Artinya, ada penurunan potensi sekitar 233 ribu pekurban dalam satu tahun terakhir,” kata Tira Mutiara dari lembaga IDEAS dalam keterangannya, Selasa (27/5) bisa dibaca di media nasional.
Parahnya kondisi ekonomi, berkurangnya ummat berqurban di hari raya Idul adha saat ini tidak bisa dimotivasi melalui ceramah, doktrin nilai-nilai pentingnya amalan Qurban ini, memang masyarakat itu yang hari ini tidak memegang dana cast untuk berqurban.
Semua ummat pasti tahu hebatnya amalan Qurban itu, andaikan masih ada yang ragu dengan amalan Qurban, Penulis akan jelaskan lagi riwayat dari proses printah Qurban ini.
Sejarah kurban dalam Agama Islam, memiliki akar yang berhubungan dengan kisah Nabi Ibrahim As dan putranya Nabi Ismail As sebagaimana dikisahkan dalam Al-Quran. kisah ini menjadi landasan sejarah bagi ibadah kurban yang dilaksanakan oleh umat Muslim.
Berdasarkan kisah dalam Al-Quran, Allah SWT menguji kesetiaan Nabi Ibrahim As, dengan memerintahkan beliau untuk mengorbankan putranya Nabi Ismail As. Ketika itu Nabi Ibrahim As yang taat kepada Allah SWT, bersedia melaksanakan perintah tersebut. Namun pada saat Nabi Ibrahim As bersiap untuk mengorbankan putranya, Allah SWT menggantikannya dengan seekor domba sebagai pengorbanan. Kejadian tersebut menjadi sebuah peristiwa penting dalam sejarah Agama Islam, menandakan ketundukan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail as atas kehendak Allah.
Riaway Qurban Nabi Ibrahim tersebut dijelaskan dalam Al Qur’an dimana ummat Islam diperintahkan untuk melaksanakan ibadah Qurban dan juga dijadikan hari raya besar bagi ummat Islam untuk Kita saling berbagi sesama muslim dalam bentuk memotong hewan qurban, yang akan disalurkan kepada masyarakat miskin.
Himbawan Penulis karena waktu menjelang pelaksanaan Qurban masih ada, mari sama-sama berdoa agar ummat yang mampu untuk begegas melaksanakan qurban, tentu hewan Qurban makin laku, peternak akan sejahtera.