Padang, Sumbarinfo.com,–Ketua Umum Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI)Pusat Mahfuz Abdurrahman melantik dan mengukuhkan pengurus DPW KPSTI Sumatera Barat periode 2025-2029, di Auditorium Gubernuran Sumbar Kamis (19/2/2026).
Dalam sambutannya, Mahfudz Abdurrahman mengatakan, pencak silat tradisi adalah Budaya Tak Benda Dunia yang sudah diakui UNESCO pada tahun 2019 yang lalu.
Mahfudz Abdurrahman menyampaikan bahwa pengakuan UNESCO harus dimaknai sebagai tanggung jawab kolektif untuk memastikan tradisi pencak silat terus hidup dan berkembang.
“Ini adalah amanah budaya yang harus kita jaga bersama sebagai bagian dari jati diri bangsa,” ujarnya.
Pengakuan UNESCO terhadap pencak silat sebagai Warisan Budaya Takbenda Umat Manusia pada 12 Desember 2019 di Bogotá, Kolombia, tidak hanya membawa kebanggaan, tetapi juga amanat besar untuk menjaga kelestarian nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Pencak silat diakui bukan sekadar seni bela diri, melainkan tradisi yang sarat nilai filosofis, mental-spiritual, serta karakter bangsa yang diwariskan lintas generasi.
Dukungan pemerintah turut memperkuat upaya pelestarian tersebut. Sekertaris Daerah Sumbar Arry Yuswandi serta unsur Forkopimda hadir dalam kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif KPSTI dalam melakukan refleksi strategis terhadap pengembangan pencak silat tradisi. Ia menegaskan urgensi memasukkan pencak silat ke dalam kurikulum pendidikan formal serta pentingnya dokumentasi yang serius agar warisan ini tetap hidup dalam memori kolektif bangsa.
Mahfudz, yang dikenal aktif di dunia politik, menegaskan bahwa tanggung jawabnya bukan hanya memimpin organisasi, tetapi juga memperkuat peran KPSTI sebagai penjaga nilai-nilai luhur pencak silat. Menurutnya, pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan medium pembentukan karakter bangsa. Ia mengajak seluruh pengurus, perguruan, komunitas, dan pemerintah untuk bersinergi dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya tersebut.
“Kita membutuhkan strategi yang tidak hanya sekadar merayakan pencapaian, tetapi juga terus mengokohkan nilai-nilai luhur pencak silat dalam kehidupan masyarakat, pendidikan, dan diplomasi budaya global,” tegas Mahfudz.
KPSTI didirikan untuk mengemban tugas besar tersebut, yakni melestarikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan pencak silat tradisi sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Indonesia. Organisasi ini bergerak tidak hanya dalam pelatihan dan pendidikan bela diri, tetapi juga memfasilitasi kegiatan budaya, lokakarya, serta kolaborasi dengan lembaga pemerintah dan komunitas agar pencak silat tetap relevan di tengah kehidupan modern.
Sementara itu, Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi yang membacakan sambutan gubernur Mahyeldi menyampaikan permintaan maaf bapak Gubernur yang tidak bisa hadir secara langsung pada acara pelantikan ini.”KPSTI merupakan mitra strategis dalam rangka memajukan silat tradisi di Sumatera Barat” ujar Sekda.
Gubernur juga memberikan apresiasi atas dikukuhkannya kepengurusan DPW KPSTI Sumbar. Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa pencak silat tradisi ke ranah yang lebih luas, terutama di era digital yang ditandai oleh perubahan cepat dalam tren budaya.
Dengan latar sejarah panjang pencak silat sebagai bagian dari jati diri bangsa, DPW KPSTI Sumbar di bawah kepemimpinan Prof, Indra Yuda akan mampu menjaga warisan budaya ini tidak hanya sebagai pengakuan di atas kertas internasional, tetapi sebagai nilai karakter yang terus hidup dan diwariskan secara nyata dari generasi ke generasi.
(Dafid ricardo)