Oleh: Labai Korok
Padang pariaman, Sumbarinfo.com,- Puncak dari kekesalan warga Nagari Kasang. Pasalnya, para pemilik kafe, tepat karoke, hiburan pasar baru kasang tetap nekat beroperasi meski pada dini hari kemarin sudah dilakukan penertiban oleh kabungan tim Satpol PP Padangpariaman, Polres dan komponen lainnya.
“Para emak-emak dan tokoh masyarakat di sekitaran pasa baru kasang ini sebenarnya sudah lama resah terhadap keberadaan kafe-kafe (tempat hiburan) ini. Bahkan, ada saat razia kemarin tersebut ada yang sudah disegel aparat saat razia, namun tetap masih buka pada, demo Senin (23/6) tersebut.
Pada akhirnya para warga paling bayak dari tiga Korong Kasai yakni Dusun Baru, Dusun Tangah dan Dusun Tong Blau turun juga melakukan demo masal di Pasar Baru Grosir Kasang, Dusun Baru tersebut.
Penulis melihat fenomena keresahaan masyarakat ini, ada rasa terpanggil untuk memberi ide, gagasan mencarikan solusi apa langkah terbaik yang harus diambil oleh semua pemangku kepentingan yang ada di Padang Pariaman.
Selasa malam, melalu live Padangtv, Penulis sudah mencoba memberikan penjelasan secara umum, tentu bagi yang belum menonton acara tersebut, pada tulisan ini akan coba kebali dijelaskan.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman harus mengambil alih pemanfaatan pasar baru kasang tersebut menjadi lebih bermanfaat dan menjadi tempat positif, tentu ada kebijakan cepat dan khusus.
Untuk mengubah tempat negatif menjadi positif dalam konteks kebijakan, perlu dilakukan analisis mendalam terhadap masalah, identifikasi akar penyebab, dan perancangan solusi yang tepat.
Maka perubahan ini melibatkan upaya untuk mengubah dampak negatif kebijakan menjadi dampak positif melalui beberapa pendekatan, seperti perbaikan kebijakan, implementasi yang lebih baik, atau bahkan perubahan paradigma kebijakan.
Tentu perumusan melahirkan solusi, diantaranya nanti libatkan berbagai pihak terkait (stakeholders) dalam proses perumusan solusi.
Setelah itu cari solusi yang paling tepat untuk mengatasi akar penyebab masalah, dan pertimbangkan alternatif solusi yang mungkin memiliki dampak positif lebih luas.
Permasalahan pasar baru kasang itu tidak termanfaatkan secara ekonomi, walaupun kawasan itu terletak ditempat strategi pintu masuk Ibu Kota provinsi Sumatera Barat yaitu Padang.
Adapun dimanfaatkan oleh orang perorang yang sifatnya ilegal dan malah menimbulkan keresahan yang disana ada tempat prostitusi tertutup, menyediakan wanita penghibur berasal dari beberapa daerah diluar Sumbar.
Menurut Penulis sikap Pemerintah Daerah melalui kebijkan Bupati Padang Pariaman adalah mengambil alih pengelolaan pasar baru kasang tersebut, lalu dijadikan pasar tersebut menjadi pusat perdagangan UMKM dan Ole-Ole Minang.
Barang tentu pusat perdagangan UMKM dan Ole-Ole ini dihidupkan tahap awal melalu bantuan subsidi pemerintah Padang Pariaman atau mendorong adanya kerjasama dengan semua pengusaha pusat ole-ole yang ada di Sumatra Barat.
Pusat perdagangan UMKM dan Ole-Ole ini nantinya berasal dari pemilik cafe-cafe, tempat hiburan yang ada didalam pasar baru kasang yang ada sekarang, ditambah juga dengan menarik semua pedagang buah mingkuang yang berjualan dipinggir jalan sepanjang perbatasan sampai kesimpang jembatan layang duku, kasang.
Semua pedangan kaki lima disepanjang jalan tersebut ditutup, pedagangnya dipindahkan ke pasa baru kasang yang dijadikan pusat perdagangan UMKM dan Ole-Ole Padang Pariaman tersebut.
Penulis yakini andaikan Bupati Padang Pariaman Ajoo Jhon Kenesi Aziz serius itu bisa dilakukan menjadikan pasar baru kasang menjadi pusat perdagangan UMKM dan Ole-Ole Minang,
Tentu tidak boleh melupakan ide atau kebijakan yang telah dilakukan oleh almarhum Ali Mukhni yaitu pasa baru kasang ini pernah dijadikan terminal angkot antara pasar raya Padang ke pasa baru kasang, dari pasa sicincin ke lubuk buaya yang terminal akhirnya pada baru kasang tersebut.