Silungkang Oso – SUMBARINFO.COM, – Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa UKFF Universitas Negeri Padang sukses melaksanakan kegiatan pelatihan inovasi produk olahan kayu manis di Nagari Silungkang Oso. Kegiatan ini menggandeng Tim Penggerak PKK desa setempat, serta melibatkan masyarakat secara langsung dalam praktik pembuatan produk.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan untuk mengolah kayu manis menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi, di antaranya sirup kayu manis, serbuk kayu manis, serta lilin aroma terapi kayu manis. Harapannya, diversifikasi produk ini mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat serta meningkatkan perekonomian lokal.
Kepala Desa Silungkang Oso, Bapak Ferdinal, menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa dan dosen pendamping yang sudah membawa ide segar untuk memajukan potensi lokal. Kayu manis yang selama ini hanya dijual mentah, kini bisa diolah menjadi produk yang bernilai lebih tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, dosen pendamping PPK Ormawa, Ibu Lailatur Rahmi, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya keberlanjutan program ini. “Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diberikan tidak hanya berhenti di pelatihan, tetapi dapat diteruskan oleh masyarakat untuk membangun usaha berkelanjutan,” ungkapnya.
Dari sisi tim pelaksana, Egazia Evanggelis menyebut kegiatan ini merupakan langkah nyata mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa. Hal senada disampaikan oleh Yahya Saputra, yang menambahkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha masyarakat.
Dukungan penuh juga datang dari masyarakat. Kak Meri, salah satu warga yang ikut dalam pelatihan, mengaku mendapatkan pengalaman baru. “Selama ini kami hanya tahu kayu manis untuk bumbu dapur. Sekarang kami bisa mengolahnya jadi sirup dan lilin aroma terapi. Ini sangat bermanfaat,” katanya.
Ketua TP-PKK Silungkang Oso, Delva Roza, turut menyampaikan harapannya agar keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi ibu-ibu PKK untuk berkontribusi dalam ekonomi keluarga. “Kami sangat mendukung kegiatan ini. Semoga ibu-ibu bisa terus berinovasi dengan produk khas desa,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menggali serta mengembangkan potensi lokal. Produk olahan kayu manis diharapkan mampu menjadi ikon baru desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.