Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak di Daerah Bencana Perlu Perhatian Khusus

Padang — Sumbarinfo.com, Bayi dan anak usia dini merupakan kelompok paling rentan terdampak bencana alam, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan kebersihan pangan. Hal ini menjadi perhatian serius Muhammadiyah Sumatera Barat dalam setiap respons kebencanaan yang dilakukan di wilayah rawan bencana.

Indonesia sebagai negara rawan bencana, termasuk Sumatera Barat, kerap menghadapi kejadian seperti gempa bumi, banjir, dan galodo. Dalam situasi darurat, fokus bantuan sering tertuju pada kebutuhan pangan orang dewasa, sementara kebutuhan khusus bayi dan anak usia 6–24 bulan berisiko terabaikan. Padahal, praktik pemberian makan yang tepat sangat menentukan kesehatan dan tumbuh kembang anak.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian Air Susu Ibu (ASI) sesegera mungkin setelah lahir, idealnya dalam satu jam pertama, serta diberikan secara eksklusif selama enam bulan. Selanjutnya, bayi perlu mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) mulai usia enam bulan dengan tetap melanjutkan ASI hingga usia dua tahun atau lebih.

MP-ASI harus memenuhi prinsip tepat waktu, bergizi lengkap, cukup, seimbang, aman, serta diberikan dengan cara yang benar. Dalam kondisi darurat, praktik infant feeding in emergency (IFE) terbukti mampu menyelamatkan jiwa dengan melindungi status gizi, kesehatan, dan perkembangan anak, sekaligus memberikan manfaat bagi ibu.

Dalam setiap penanganan bencana, Muhammadiyah Sumatera Barat menjalankan kerja kemanusiaan secara terkoordinasi melalui tiga lembaga utama. Posko Koordinasi Wilayah (Poskor Wilayah) yang dikomandoi Hendri Novigator berperan sebagai pusat kendali operasional bantuan kebencanaan Muhammadiyah. Seluruh perencanaan, distribusi, dan pelaporan bantuan dikoordinasikan melalui posko ini agar penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Sementara itu, operasional lapangan sepenuhnya dijalankan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumbar yang mengoordinasikan seluruh relawan di bawah kepemimpinan Portito. MDMC memastikan layanan tanggap darurat, termasuk penyediaan dapur umum ramah bayi dan anak, berjalan sesuai standar kesehatan dan kemanusiaan.

Adapun operasional penghimpunan dana atau fundraising dilaksanakan oleh Lazismu Sumatera Barat di bawah pimpinan Zainal Aqil. Seluruh donasi dan bantuan yang bersifat uang dipastikan satu pintu melalui Lazismu, baik donasi dari dalam maupun luar daerah, yang disalurkan melalui rekening Bank Danamon resmi Lazismu.

Muhammadiyah juga menekankan pentingnya kebersihan dalam pengolahan makanan bayi, mulai dari pencucian peralatan makan hingga pengolahan dan penyimpanan makanan yang aman. Dengan sinergi Poskor Wilayah, MDMC, dan Lazismu, Muhammadiyah Sumatera Barat berkomitmen memastikan kelompok rentan, khususnya bayi dan anak, mendapatkan perlindungan gizi dan kesehatan optimal di tengah situasi bencana.

BERITA LAINYA

POST LAINYA

Website ini diterbitkan oleh sumbarinfo.com | © 2021- 2022