Kita Semua Akan Mati, Tetapi Tidak Semua Mempersiapkan Kepulangan Antara Lalai, Takut, dan Bijaksana Menjemput Kepastian

RUBRIK CAHAYA ILMU

Oleh: Darman Shiddiq

Kematian adalah satu-satunya janji yang pasti, tetapi waktunya menjadi rahasia. Tidak ada manusia yang tahu kapan namanya dipanggil untuk meninggalkan dunia.

Allah SWT berfirman:

«كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)»

Kita semua mengetahui bahwa kematian pasti datang. Namun, pengetahuan tentang kematian tidak selalu melahirkan sikap yang sama.

Ada manusia yang tidak mau mengingat kematian. Ada yang mengingatnya dengan kegentaran dan ketakutan. Dan ada pula yang mengingat kematian dengan akal budi, kesadaran dan hikmah.

Di sinilah kualitas manusia terlihat: bukan sekadar pada bagaimana ia hidup, tetapi bagaimana kesadarannya terhadap akhir kehidupan.

  1. Mereka yang Tidak Mengingat Kematian

Ada manusia yang menjalani hidup seolah-olah kematian tidak pernah ada.

Pagi mengejar dunia. Siang mengejar kepentingan. Malam mengejar kesenangan. Hari berganti hari, tahun berganti tahun, tetapi tidak pernah bertanya:

“Untuk apa sebenarnya aku hidup?”

Harta terus dikumpulkan, jabatan dikejar, rumah dibangun, kendaraan diperbarui, tetapi bekal menuju akhirat sering terlupakan.

Yang lebih berbahaya adalah ketika seseorang merasa masih memiliki banyak waktu.

“Nanti saja bertaubat.”

“Nanti kalau sudah tua baru banyak beribadah.”

“Nanti kalau sudah kaya baru bersedekah.”

Padahal, kata nanti tidak pernah menjadi jaminan.

Kematian tidak menunggu seseorang selesai membangun rumah. Tidak menunggu anak-anaknya selesai sekolah. Tidak menunggu seseorang selesai mengejar jabatan. Dan tidak menunggu seseorang merasa siap.

Allah SWT mengingatkan:

«“Dan setiap umat mempunyai ajal. Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat pula meminta percepatan.”
(QS. Al-A’raf: 34)»

Maka, manusia yang sama sekali tidak mengingat mati sesungguhnya sedang hidup dalam sebuah kelalaian.

  1. Mereka yang Mengingat Kematian dengan Ketakutan

Ada pula manusia yang ketika mengingat kematian hatinya bergetar.

Ia takut meninggalkan dunia.

Takut menghadapi alam barzakh.

Takut mempertanggungjawabkan dosa.

Takut amalnya tidak diterima.

Takut bertemu Allah dalam keadaan belum memiliki bekal yang cukup.

Rasa takut tersebut dapat menjadi sesuatu yang baik apabila mendorong seseorang untuk memperbaiki diri.

Takut membuatnya meninggalkan maksiat.

Takut membuatnya segera bertaubat.

Takut membuatnya menjaga ucapan.

Takut membuatnya tidak mengambil hak orang lain.

Takut membuatnya berhati-hati dalam menjalani kehidupan.

Namun, ketakutan kepada kematian tidak boleh berubah menjadi keputusasaan terhadap rahmat Allah.

Seorang mukmin seharusnya berjalan di antara rasa takut dan harapan.

Takut terhadap dosa, tetapi berharap kepada ampunan Allah.

Takut terhadap pertanggungjawaban, tetapi yakin bahwa Allah Maha Pengampun bagi hamba yang sungguh-sungguh bertaubat.

  1. Mereka yang Mengingat Kematian dengan Akal Budi dan Hikmah

Inilah tingkatan kesadaran yang lebih tinggi.

Orang yang bijaksana tidak hanya bertanya:

“Bagaimana agar saya tidak mati?”

Karena ia tahu kematian tidak dapat ditolak.

Ia justru bertanya:

“Bagaimana saya harus hidup sebelum mati?”

Pertanyaan itu mengubah cara seseorang menjalani kehidupan.

Ketika memiliki harta, ia berpikir bahwa harta adalah amanah.

Ketika memiliki jabatan, ia sadar bahwa jabatan adalah tanggung jawab.

Ketika memiliki ilmu, ia berusaha mengamalkannya.

Ketika memiliki keluarga, ia berusaha menjadi teladan.

Ketika berselisih dengan orang lain, ia tidak membiarkan dendam berlarut-larut.

Mengapa?

Karena ia sadar bahwa suatu hari nanti semua urusan dunia akan ditinggalkan.

Kematian Mengajarkan Kita untuk Tidak Sombong

Mengingat kematian membuat manusia memahami bahwa tidak ada alasan untuk menyombongkan diri.

Hari ini seseorang mungkin memiliki jabatan tinggi.

Besok jabatan itu berpinda

BERITA LAINYA

POST LAINYA

Website ini diterbitkan oleh sumbarinfo.com | © 2021- 2022