Vasko Uda Wagub, “Managaan” Rumah Gadang Minang, Awali Rumah Dinas

Oleh: Labai Korok

Padang, Sumbarinfo.com,- Apresiasi dukungan urang Minang sangat tinggi pada Uda Wagub, Vasko Ruseimy yang telah memulai rumah’ dinasnya diberi simbol rumah gadang Minangkabau yaitu ada atap gonjongnya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar) Vasko Ruseimy, menunjukkan kebanggaannya terhadap arsitektur tradisional Minangkabau kepada Timothy Ronald, seorang pengusaha muda yang dikenal luas di media sosial sebagai triliuner muda dan dijuluki Raja Crypto Indonesia”.

Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram @vaskoruseimy.

Dalam video itu, terlihat atap rumah dinas Wakil Gubernur yang telah diganti dengan arsitektur khas Minangkabau: atap gonjong.

Sekali lagi apresiasi dorongan positif Kita berikan kepada Uda Wagub ini, tentu langkah Wakil Gubernur Sumatera Barat ini ditindak lanjuti dengan dibuatnya regulasi atau aturan teknis tentang semua rumah dinas/instansi, rumah pribadi dan lainnya harus ada ornamen Minangkabau.

Hal ini bisa ditiru oleh Propinsi Sumatera Barat dari Propinsi Bali yaitu Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2005 tentang Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung mengatur bahwa bangunan di Bali harus menggunakan ornamen arsitektur tradisional Bali dari bahan batu bata dan batu padas.

Rumah adat Bali selain kaya dengan macam-macam bangunan dan ruangannya, juga memiliki filosofi unik. Jadi, dalam setiap pembuatan rumah, banguna instansi pemerintah dan swasta terdapat sebuah kepercayaan yang menyertai setiap langkahnya. Baik itu tentang bentuk, ukuran, letak, maupun filosofi yang menyertainya.

Nah, bagi masyarakat Bali, ada filosofi yang menyebutkan bahawa di dalam hidup akan tercipta sebuah keharmonisan, artinya rumah Bali memiliki nilai-nilai yang kuat dan ini menari bagi wisatawan Bali.

Langkah Uda Wagub Vasko tidak hanya sebatas memberikan contoh, permohonan Penulis Pemprov harus Gercep dengan membuat regulasi agar semua rumah, bangunan yang ada di Sumbar ini harus memakai atap gonjong atau arsitektur bangunan Minang.

Penulis sudah lama memberikan keprihatinan terhadap rumah gadang Minangkabau ini, sudah banyak tulisan yang dipaparkan kepublik betapa sedihnya wilayah Minang tidak ada lagi simbol minangnya yang jadi Budaya.

Penulis melihat robohnya rumah gadang saat ini tidak hanya dalam kondisi usang, bersemak-semak akibat rumput liar atau runtuh dimakan usia karena tidak ada perawat secara fisik. Tapi robohnya rumah gadang sudah terjadi juga dalam bentuk pembangunan gedung instansi baru Pemerintah Daerah yang tidak menyesuaikan dengan bentuk utuh rumah gadang (bagonjong), terkesan dibuat dalam bentuk fisik rumah bagonjong abstrak atau bentuk rumah gadang jadi-jadian (serupa tapi taksama).

Saatnya adat Minangkabau berjaya diranah Bundo, Rumah gadang merupak simbol bangunan yang mencerminkan nilai-nilai filosofi adat istiadat yang sakral, semua sisi kontruksi dari bentuk rumah gadang memiliki arti sosial budaya yang memiliki makna pelajaran dan hikmah tinggi untuk orang Minang, missal nilai-nilai yang dikandung dalam awal proses pembangunan fisik inprastrukturnya ada nilai musyawarah mufakat, ini adalah wujud kebersamaan atau ukhwah. Bentuknya bagonjong seperti tanduk kerbau ada juga maknanya, dan bentuk fisik lainya.

Mari didukung dan didorong Uda Wagub Vasko untuk merealisasikan hal besar, contoh yang sudah dibuat menjadi kebijakan dalam betuk peraturan yang menjadi budaya Minangkabau semakin membumi, sama seperti kehidupan masyarakat Bali.

BERITA LAINYA

POST LAINYA

Website ini diterbitkan oleh sumbarinfo.com | © 2021- 2022