PADANG – Sumbarinfo.com,- Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai NasDem, H. Irwan Zuldani, kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian adat dan budaya Minangkabau melalui penyelenggaraan Gelar Seni Budaya Sumatera Barat 2026.
Kegiatan yang mengusung tema Lomba Qasidah, Lomba Baju Basiba, dan Lomba Tari Sumatera Barat ini akan dilaksanakan pada 1–2 Agustus 2026 di Kawasan Lapangan Apeksi, Aia Pacah, Balai Kota Padang.
Gelar seni budaya ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pelestarian budaya daerah yang didukung melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat. H. Irwan Zuldani selama ini dikenal sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian seni, adat, dan budaya Minangkabau.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh UPTD Museum Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Dr. Tuti Alawiyah, SE, S.Pd I, MA, bersama Event Organizer serta mendapat dukungan penuh dari Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri, SP, MM.
Keterlibatan UPTD Museum menjadi penting dalam memastikan nilai-nilai sejarah dan budaya Minangkabau dapat diangkat secara lebih edukatif, terarah, dan sistematis dalam setiap rangkaian kegiatan.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah, sekaligus memperkuat nilai-nilai adat dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman,” ujar Irwan Zuldani.
Kegiatan ini akan diikuti oleh 25 grup Qasidah terbaik se-Kota Padang, 50 peserta Bundo Kanduang dalam Lomba Baju Basiba, serta 140 pasangan pelajar SMA/SMK/MA Negeri se-Kota Padang yang akan mengikuti lomba tari tradisional.
Suasana acara akan semakin semarak dengan penampilan bintang tamu Fauzana, KIM Upik Isil, serta pertunjukan Tari Darak Badarak yang menampilkan kekayaan seni budaya Minangkabau.
Pembukaan kegiatan dijadwalkan akan dilakukan langsung oleh H. Irwan Zuldani. Selain itu, panitia juga mengundang Gubernur Sumatera Barat, Wali Kota Padang, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dan DPRD Kota Padang, serta unsur Ninik Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai dari Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah.
Kepala UPTD Museum, Dr. Tuti Alawiyah, SE, S.Pd I, MA, dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni, tetapi juga sarana edukasi budaya yang memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah dan identitas Minangkabau. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Syaiful Bahri, SP, MM, menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam mendukung pelestarian budaya daerah melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat luas ini.
Melalui kegiatan ini, H. Irwan Zuldani berharap seni dan budaya Minangkabau terus hidup, berkembang, serta diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.
(Putra sgm)