PADANG, SUMBARINFO.COM — The Japan Foundation Jakarta resmi memulai rangkaian kegiatan Program NIHONGO Partners (NP) Gelombang 25 di Sumatera Barat pada September 2026. Program kerja sama pendidikan dan kebudayaan Pemerintah Jepang ini kembali menghadirkan penutur asli bahasa Jepang untuk mendampingi pembelajaran bahasa Jepang di sejumlah sekolah menengah di Sumatera Barat.
Pada Gelombang 25 ini, sebanyak 7 orang NIHONGO Partners asal Jepang ditempatkan di Sumatera Barat. Mereka memiliki latar belakang dan rentang usia yang beragam, mulai dari 18 hingga 70 tahun.
Keberagaman tersebut menjadi salah satu kekuatan program karena para NIHONGO Partners tidak hanya berperan sebagai pendamping pembelajaran bahasa Jepang, tetapi juga menjadi jembatan pengenalan budaya, tradisi, kebiasaan, dan kehidupan masyarakat Jepang kepada para pelajar di Sumatera Barat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Audiensi Resmi bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Selasa, 8 September 2026, di Kantor Dinas Pendidikan Sumbar, Jalan Jenderal Sudirman No. 52, Padang.
Audiensi tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat serta kepala sekolah dari 11 sekolah yang menjadi penerima Program NIHONGO Partners Gelombang 25.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara The Japan Foundation Jakarta, Dinas Pendidikan Sumatera Barat, sekolah penerima, guru bahasa Jepang, serta para NIHONGO Partners sebelum memasuki masa penempatan di sekolah.
Guru Bahasa Jepang dan NP Perkuat Sinergi Setelah audiensi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Awal Bersama NP-CP (Counterpart) pada Jumat dan Sabtu, 11–12 September 2026, di Hotel Santika Premiere Padang.
Workshop tersebut mempertemukan para NIHONGO Partners dengan guru bahasa Jepang yang akan menjadi counterpart di masing-masing sekolah.
Dalam kegiatan ini, para penutur asli asal Jepang dan guru bahasa Jepang Sumatera Barat berdiskusi mengenai metode pembelajaran, komunikasi di kelas, pengenalan budaya Jepang, serta berbagai agenda yang akan dilaksanakan selama masa penempatan.
Ketua MGMP Bahasa Jepang Sumatera Barat, Imelda Fatmadewi, S.Hum., yang juga merupakan Guru Bahasa Jepang SMAN 5 Padang, menyambut positif pelaksanaan Program NIHONGO Partners Gelombang 25 di Sumatera Barat.
Menurut Imelda, kehadiran NIHONGO Partners memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa karena mereka dapat berinteraksi langsung dengan penutur asli bahasa Jepang.
«“Program NIHONGO Partners ini sangat positif bagi pembelajaran bahasa Jepang di sekolah. Siswa tidak hanya belajar dari buku atau dari guru, tetapi juga mendapatkan pengalaman berkomunikasi secara langsung dengan native speaker,” ujar Imelda.»
Ia menjelaskan, interaksi langsung tersebut dapat membantu siswa meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Jepang.
Selain kemampuan berbahasa, menurutnya, para siswa juga memperoleh kesempatan untuk memahami budaya Jepang secara lebih nyata.
«“Yang tidak kalah penting adalah cultural understanding. Anak-anak bisa mengenal bagaimana kehidupan, kebiasaan, etika, budaya dan cara berkomunikasi masyarakat Jepang. Jadi pembelajarannya bukan hanya tentang bahasa, tetapi juga tentang budaya,” katanya.»
Sebagai Ketua MGMP Bahasa Jepang Sumatera Barat, Imelda berharap kehadiran NIHONGO Partners juga semakin memperkuat kolaborasi antarguru Bahasa Jepang di Sumatera Barat.
«“Kami berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat kepada siswa, tetapi juga menjadi ruang bagi guru untuk bertukar pengalaman, mengembangkan metode pembelajaran dan membangun jejaring dengan para native speaker,” tambahnya.»
Sebanyak 11 sekolah di Sumatera Barat menjadi penerima Program NIHONGO Partners Gelombang 25, yaitu:
- SMAN 1 Padang
- SMAN 5 Padang
- SMAN 7 Padang
- SMAN 13 Padang
- SMKN 3 Padang
- SMKN 9 Padang
- SMAS Kartika Padang
- SMAS Pertiwi Padang
- SMAS Pembangunan Padang
- SMAN 2 Pariaman
- SMKN 3 Pariaman
Dengan penempatan tujuh NIHONGO Partners tersebut, para siswa di sekolah penerima memperoleh kesempatan untuk belajar bahasa Jepang secara lebih komunikatif dan kontekstual.
Kehadiran para mitra asal Jepang juga diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Program NIHONGO Partners pada dasarnya memberikan ruang bagi terjadinya pertukaran budaya secara langsung. Para siswa dapat mempraktikkan bahasa Jepang dalam situasi komunikasi sehari-hari sekaligus memperoleh pemahaman mengenai budaya Jepang dari orang yang mengalaminya secara langsung.
Di sisi lain, keberadaan para NIHONGO Partners di Sumatera Barat juga membuka peluang bagi terjadinya pertukaran pengalaman budaya antara Jepang dan Minangkabau.
Hal tersebut dinilai menjadi nilai tambah tersendiri, karena interaksi tidak hanya berlangsung satu arah. Para siswa dapat mengenalkan budaya lokal Sumatera Barat kepada para mitra dari Jepang.
Melalui Program NIHONGO Partners Gelombang 25, diharapkan kualitas pembelajaran bahasa Jepang di Sumatera Barat semakin berkembang, minat siswa terhadap bahasa dan budaya Jepang semakin meningkat, serta hubungan kerja sama pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia, khususnya Sumatera Barat, dengan Jepang semakin erat.
Penulis: Putra sgm*