Padang, Sumatera Barat — Ketua Pelaksana Tes Kemampuan Akademik (TKA) Provinsi Sumatera Barat, Hardison, secara resmi menutup kegiatan Penulisan Soal TKA Kelas 6 dan 9 Tahun 2026 yang telah berlangsung selama lima hari, Jumat,18/9/2026.
Dalam sambutannya pada acara penutupan, Hardison menyampaikan bahwa pengalaman dan ilmu yang diperoleh peserta selama mengikuti kegiatan merupakan bekal penting yang diharapkan dapat memberikan dampak luas bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam penyusunan soal di sekolah.
“Pengalaman yang kita dapatkan selama kegiatan ini merupakan sesuatu yang tidak ternilai. Dengan pengalaman dan ilmu tersebut, insyaallah kita dapat menjadi guru yang lebih baik dan lebih mulia dalam menjalankan tugas,” ujar Hardison.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga integritas yang telah dibangun selama kegiatan. Menurutnya, pakta integritas yang telah ditandatangani sejak awal kegiatan bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan komitmen yang harus dijaga dalam menjalankan tugas sebagai penulis soal.
Hardison berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada peserta yang hadir. Sebaliknya, peserta diharapkan dapat membagikan pengetahuan tersebut kepada guru-guru lain di sekolah dan daerah masing-masing.
“Ilmu dan pengalaman yang telah kita peroleh selama kurang lebih lima hari ini jangan sampai berhenti hanya pada diri kita masing-masing. Saya berharap Bapak dan Ibu dapat membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-teman guru di sekolah masing-masing,”
Ia juga menyinggung tantangan guru dalam menyusun soal di tengah perkembangan teknologi dan hadirnya kecerdasan buatan (AI). Penggunaan teknologi, menurutnya, tetap harus diiringi pemahaman terhadap konsep dan konteks penyusunan soal.
“Apabila kita tidak memahami konsep, konteks, dan filosofi penyusunan soal, maka soal yang dihasilkan belum tentu mampu menggali kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta didik,”
Kegiatan yang melibatkan peserta dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerataan pengetahuan dan keterampilan dalam penyusunan soal. Para peserta diharapkan dapat menjadi penggerak di daerah masing-masing dengan mentransfer pengetahuan yang diperoleh kepada guru-guru lainnya.
Lebih lanjut, Hardison mengingatkan bahwa tugas guru tidak hanya mengajar. Guru memiliki berbagai peran dalam proses pendidikan, mulai dari mendidik, membimbing, mengarahkan, menilai, mengevaluasi, hingga terus mengembangkan kompetensinya.
Karena itu, kegiatan penulisan soal TKA juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas profesional guru, terutama dalam melaksanakan penilaian dan evaluasi pembelajaran.
“Marilah kita memaknai kembali profesi kita sebagai guru. Jadilah guru yang terus belajar, terus berkarya, dan memberikan manfaat bagi peserta didik serta lingkungan pendidikan. Guru mulia karena karya,” ungkap Hardison.
Pada kesempatan tersebut, Hardison juga menyampaikan apresiasi kepada moderator, narasumber, peserta, dan seluruh panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan. Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat berbagai kekurangan.
Menutup sambutannya, Hardison berharap seluruh ilmu, pengalaman, waktu, dan tenaga yang telah diberikan selama kegiatan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Barat.
“Mudah-mudahan seluruh ilmu dan pengalaman yang kita dapatkan menjadi ladang amal bagi kita semuanya dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan di Sumatera Barat,” tuturnya.